Manusia tak lebih dari
debu tanah yg tak berarti
semua adalah anug’rah
yg menjadikanku berharga
Segambar dan serupa
dengan Tuhan Sang Pencipta
rancangan-Nya sempurna
janji-Nya takkan pernah berubah

Kebajikan-Mu, kemurahan-Mu
mengikutiku di setiap waktu
Perlindunganku, tempat hati mengadu
Engkaulah Sahabat
Tak pernah tinggalkanku

by: U|X Band
Judul: Kebajikan

Ya benar adanya. Tuhan tidak seperti manusia yang seringkali mengecewakan satu dengan yg lainnya. Seperti sebuah pelajaran bagi gw untuk mengenal arti sahabat yg sejati itu seperti hari ini.

Sebenernya hari ini bisa dibilang banyak sekali dapat ditemukan kesalahan dalam diri gw, dari dalam perkataan gw, dll. Kalo untuk menjadi sahabat seorang manusia aja gw gak bisa disebut sebagai sahabat, bahkan itu bagi seorang temen deket gw sendiri. Namun hari ini yg oleh karena sejak kejadian yg sudah pernah terjadi sebelumnya telah membuat gw kehilangan arti “Sahabat”, sekarang gw menemukan arti itu kembali.

Gw yakin Tuhan tetep ada bersama2 gw. Gw tau didalam firman-Nya di Fillipi 4:6 berkata demikian:

6Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.

Baru kemarin dapat ayat ini jadi masih teringat. Oleh karena Tuhan mengijinkan kita untuk ngomongin apa aja yg ada di dalam hati kita kepada-Nya, khususnya hal2 yg membuat kita khawatir. Hal itu membuat gw yakin sehingga waktu gw sadari bahwa gw telah berbuat salah pun gw bisa langsung dateng ke Tuhan untuk minta ampun tanpa ada keraguan.

Jadi, pada waktu ini gw tau dan gw sadar kalo di waktu2 ini pasti banyak sekali bisa diketemukan oleh Tuhan akan kesalahan2 dalam diri gw. Gw pun berdoa minta ampun, dan sambil melihat ke diri gw sendiri, gw seperti manusia bebal yg tiap kali pasti ada melakukan kesalahan. DAN ini yg membuktikan bahwa Tuhan gak sama seperti manusia, yang mana manusia begitu dikecewakan hatinya langsung meninggalkan dan gak memberi kesempatan lagi.

Seperti yg gw sempet sebut tadi di atas, gw pernah punya pengalaman demikian. Gw mempunyai seorang teman dekat. Tadinya gw mrasa yakin bahwa kami adalah sahabat, karena kami telah bersahabat sejak lama. Memang keyakinan/ kepercayaannya pada gw itu mungkin gak 100% dari awal. Namun, sejak gw melakukan kesalahan padanya, pasti membuat kepercayaannya kepada gw semakin lebih lagi berkurang dari situ. Dan akhirnya pun, dia bahkan tidak mampu lagi untuk menyebut gw sebagai temen deketnya. Gw kehilangan arti Sahabat, begitu juga dengan dia yg telah kehilangan arti tersebut lebih dahulu dari gw.

Yang gw tau, dia gak bisa melupakan kesalahan2 gw dan dia gak bisa maapin gw. Sehingga bilamana gw melakukan kesalahan lagi, hal yg telah dicoba untuk diperbaiki pun seperti gak ada artinya sama sekali.

Namun, hari ini gw mendapatkan pengalaman yg berbeda dengan Tuhan. Setelah gw sadar akan kesalahan gw dan melihat betapa bebalnya gw sebagai manusia, Tuhan tetep ada untuk gw. Kutipan lirik lagu diatas adalah seperti yg gw alami ini. Kebajikan-Nya, kemurahan-Nya tetap mengikuti gw di setiap waktu (bukan hanya di waktu gw sedang berbuat baik aja, tapi bahkan di waktu gw sadar telah mengecewakan Tuhan seperti saat ini). Perlindungan-Nya (adalah) tetap menjadi tempat hati gw mengadu, Tuhan -lah Sahabat, tak pernah tinggalkan ku.

Gw menemukan arti sahabat yg sebenernya itu saat ini. Seorang sahabat adalah yg tidak pernah menarik janjinya setelah dia tahu sahabatnya telah membuat dia kecewa. Seorang sahabat adalah yg tetap berada disisi sahabatnya dan tidak meninggalkannya sewaktu sahabatnya mengecewakannya. Seorang sahabat dapat menjadi tempat bersandar dan penopang di waktu sahabatnya yg lain sedang lemah atau terjatuh. Dan, semuanya itu gw bisa temukan ada pada Tuhan. Yang gw tau sekarang, Tuhan itu gak sekejam yg orang pikirkan. Seperti banyak orang sering berpikir, kalo bencana alam itu karena Tuhan sedang murka! Atau, banyak orang berpikir, Tuhan mungkin sudah capek mengampuni kesalahan2 gw. Namun sebaliknya yg terjadi adalah bahwa Dia, bahkan, bisa menjadi Sahabat terbaik melebihi siapa pun!Manusia tak lebih dari debu tanah yang tak berarti. Semua adalah anugrah, yg menjadikan ku berharga. Segambar dan serupa dengan Tuhan Sang Pencipta.

Lirik lagu ini benar adanya karena mengutip kebenaran firman Tuhan di Kejadian 1:26-28a yg berkata:

26″Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”

27Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

28a”Allah memberkati mereka…”

Tuhan Allah yg adalah Sang Pencipta mau menjadi Sahabat bagi umat ciptaan-Nya, bagi siapa saja, dan juga bagi gw. Sekalipun gw adalah manusia bebal yg seringkali melakukan kesalahan demi kesalahan.